Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani mempromosikan batik bermotif otak-otak pada Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta Pusat, 26-30 September 2026. Hafizha mengenakan busana berbahan batik motif otak-otak dengan konsep smart casual pada parade Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota, Senin. Motif itu diangkat dari kuliner khas Bintan yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.
BINTAN — Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani membawa batik motif otak-otak ke panggung Parade Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota di Panggung Utama Hall B JICC Senayan. Batik tersebut dikenakan dengan konsep smart casual, bukan pakaian adat, sesuai ketentuan parade tahun ini.
Hafizha menuturkan motif otak-otak digali dari salah satu kuliner khas Bintan yang akrab bagi warga pesisir. Otak-otak berbahan olahan ikan dan dibungkus daun kelapa dinilainya bukan sekadar kekayaan kuliner, melainkan juga cermin kedekatan masyarakat Bintan dengan laut dan alam sekitarnya.
Dalam pengembangannya, batik motif otak-otak dituangkan melalui dua karakter motif yang berbeda. Karakter pertama memadukan motif otak-otak dengan stilasi ikan sebagai representasi kehidupan laut yang menjadi sumber pangan sekaligus bagian penting kehidupan masyarakat pesisir.
Karakter kedua memadukan motif otak-otak dengan stilasi ilalang yang menggambarkan alam daratan, nilai ketahanan, serta kemampuan untuk terus tumbuh dan beradaptasi. Dua pendekatan itu memperlihatkan bahwa motif ini tidak berhenti pada satu sisi kehidupan Bintan saja.
"Batik motif otak-otak ini terinspirasi dari salah satu kuliner khas Bintan yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir," kata Hafizha dalam keterangan yang diterima di Bintan, Kepri, Senin.
Hafizha menyebut batik motif otak-otak sebagai representasi hubungan antara manusia, alam, dan budaya. Kekayaan laut dan lingkungan sekitar diolah, diwariskan, lalu dihadirkan kembali dalam kehidupan masyarakat melalui karya wastra.
"Melalui wastra ini, kita ingin membawa cerita tentang Bintan. Bukan hanya tentang keindahan kainnya, tetapi juga tentang kuliner, kekayaan laut, alam, tradisi dan kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari identitas daerah," ujar Hafizha.
Parade Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota diikuti para ketua atau wakil ketua Dekranasda dari berbagai daerah. Peserta menampilkan busana wastra daerah masing-masing dengan konsep smart casual.
Keikutsertaan Bintan di Kriyanusa 2026 diharapkan memperkenalkan wastra dan produk kriya daerah lebih luas. Hafizha juga berharap ajang ini membuka ruang bagi perajin dan pelaku UMKM Bintan untuk memperluas jejaring serta target pasar.
Kriyanusa 2026 mengangkat tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia". Pameran ini berlangsung 26-30 September 2026 dan diposisikan sebagai ruang promosi serta apresiasi terhadap kekayaan kriya, wastra, dan kreativitas perajin dari berbagai daerah di Indonesia.