Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai Provinsi Kepulauan Riau semakin maju pada usia ke-24 tahun, ditandai lompatan pembangunan dan pelayanan publik di sejumlah daerah. Penilaian itu disampaikannya saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan konektivitas antarpulau tetap jadi kunci pemerataan pembangunan.
TANJUNGPINANG — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut Provinsi Kepulauan Riau mengalami kemajuan pesat sejak dimekarkan dari Provinsi Riau 24 tahun lalu. Ia mencontohkan Batam yang kini jadi salah satu daerah maju di Indonesia dengan fasilitas pendukung memadai, mulai dari jalan lebar, mal, hotel, hingga kualitas layanan publik yang diakui secara nasional.
"Dulu, Kepri ini bagian dari Provinsi Riau. Bahkan di Batam hanya ada satu kecamatan, tapi setelah pemekaran 24 tahun lalu, hari ini kita lihat Kepri makin maju," kata Tito saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis.
Selain Batam, Kabupaten Bintan terus berkembang seiring bertambahnya kawasan resort dan keberadaan kawasan industri khusus Galang Batang. Tito menilai Tanjungpinang dan kabupaten/kota lain di Kepri menunjukkan tren positif, meski masih perlu didorong agar semakin maju.
Menurut mantan Kapolri itu, Kepri punya potensi luar biasa karena berada di salah satu choke point tersibuk dunia, yakni Selat Melaka. Posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura menjadi modal utama memacu investasi asing dan kunjungan wisatawan mancanegara.
"Tinggal bagaimana meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terdidik, sehat dan terlatih, sehingga mampu jadi pemain di kampung sendiri," ucap Tito.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan pemerintah provinsi terus memperkuat konektivitas antarpulau untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan seluruh masyarakat. Karakteristik Kepri sebagai provinsi kepulauan membuat laut tidak semestinya dipandang hanya sebagai pemisah, tetapi juga ruang yang menghubungkan masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi.
"Karena itu, konektivitas jadi kunci penting dalam membangun Kepri," kata Ansar usai memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri.
Pemerataan pembangunan diwujudkan melalui sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Pemprov Kepri menyediakan perlindungan kecelakaan kerja bagi nelayan dan petani, bantuan penyambungan listrik gratis bagi lebih dari 15.200 rumah, layanan rumah singgah, fasilitasi pemulangan jenazah, hingga bedah 200 unit rumah masyarakat suku laut.
Pemprov Kepri juga konsisten menempatkan ustaz di pulau-pulau dan meningkatkan pelatihan ketenagakerjaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Langkah itu ditempuh agar kebutuhan dasar warga, baik di pusat pertumbuhan maupun di pulau terpencil, tetap terpenuhi dan aksesibilitasnya terus meningkat.
"Kita berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, baik di pusat-pusat pertumbuhan maupun di pulau-pulau, dapat terpenuhi dan aksesibilitasnya terus ditingkatkan," ucap Ansar.