KEPULAUAN RIAU — Sebanyak 30 ibu hamil dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik mengikuti prenatal yoga serta Health Talk bertema "Persalinan Tanpa Rasa Takut" di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Kegiatan yang digelar RS Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang ini menyoroti pentingnya persiapan fisik dan mental jelang hari persalinan.
Persiapan melahirkan bukan cuma soal menyiapkan tas rumah sakit atau nama bayi. Kondisi tubuh dan kesiapan pikiran ibu hamil sama pentingnya agar proses persalinan berjalan lebih tenang.
Sayangnya, rasa cemas menjelang hari H masih sering dianggap hal yang wajar dibiarkan. Padahal, kecemasan yang menumpuk bisa membuat ibu kurang siap menghadapi kontraksi dan proses mengejan.
Prenatal yoga adalah latihan gerak yang disesuaikan dengan kondisi kehamilan. Gerakannya fokus pada peregangan ringan, penguatan otot inti, serta latihan pernapasan dan relaksasi.
Latihan pernapasan jadi bagian penting karena membantu tubuh lebih rileks. Saat persalinan nanti, ibu bisa mengatur napas untuk mengelola rasa tidak nyaman akibat kontraksi.
Gerakan yang lembut juga membantu mengurangi pegal di punggung dan pinggang. Keluhan ini umum dirasakan ibu hamil, terutama di trimester akhir.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Amik Yuliati, Sp.OG, menekankan bahwa persiapan menghadapi persalinan perlu dilakukan menyeluruh sejak masa kehamilan.
"Persiapan fisik dan mental menuju hari H penting dilakukan, karena setiap ibu layak menyambut buah hatinya dengan tenang, percaya diri, dan penuh makna," ujar dr. Amik dalam kegiatan tersebut.
Persiapan fisik bisa dilakukan dengan menjaga kebugaran, melatih pernapasan, dan memahami perubahan tubuh selama hamil. Sementara kesiapan mental membantu ibu mengelola rasa takut dan cemas.
Selain latihan yoga, peserta mendapat edukasi lewat Health Talk bertema "Persalinan Tanpa Rasa Takut". Sesi ini membahas proses persalinan agar ibu lebih memahami apa yang akan terjadi.
Pemahaman yang baik soal tahapan persalinan membuat ibu bisa mengelola kecemasan. Ibu juga lebih siap mengambil keputusan bila ada hal yang perlu didiskusikan dengan dokter.
Peserta yang hadir berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya. Mereka juga berkesempatan berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan bersama dr. Amik di Poliklinik RS Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang.
Prenatal yoga umumnya aman dilakukan mulai trimester kedua, setelah kondisi kehamilan dinyatakan baik oleh dokter. Ibu dengan riwayat komplikasi perlu konsultasi lebih dulu.
Hindari gerakan berbaring telentang dalam waktu lama, terutama di trimester akhir. Pilih instruktur yang berpengalaman menangani ibu hamil agar gerakan tetap aman.
Hentikan latihan dan segera hubungi dokter bila muncul perdarahan, nyeri hebat, pusing, atau kontraksi yang tidak wajar. Sinyal tubuh ibu hamil tidak boleh diabaikan.
Persiapan fisik, mental, dan dukungan dari tenaga kesehatan membuat ibu lebih tenang menyambut persalinan. Ikut kelas edukasi seperti prenatal yoga bisa jadi langkah awal yang bermanfaat selama kehamilan.