KEPULAUAN RIAU — Tumbuh kembang optimal anak tidak selalu membutuhkan mainan mahal atau kursus khusus. dr. Yoga Yandika, Sp.A, dokter spesialis anak, menjelaskan bahwa kegiatan sehari-hari yang tampak sederhana justru berperan besar dalam membentuk konektivitas otak balita, atau yang dikenal sebagai proses synaptogenesis.
Proses ini kemudian berujung pada myelinisasi, yaitu pembentukan selubung myelin yang membuat aliran informasi di otak semakin cepat. Semakin sering anak distimulasi, semakin baik koneksi sarafnya terbentuk.
Sebelum membahas aktivitas, penting untuk memastikan asupan gizi Si Kecil terpenuhi. Menurut dr. Yoga, lemak adalah komponen kunci pembentuk selubung myelin. "Selubung myelin ini isinya lemak, di mana pembungkusnya itu disebut sfingomielin dan bagian kakinya itu namanya fosfolipid," jelasnya dalam acara S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain di Jakarta Pusat.
Selain lemak, otak juga membutuhkan protein, zat besi, asam folat, dan alpha-lactalbumin agar fungsi kognitifnya bertahan optimal. Setelah nutrisi harian terpenuhi, Bunda bisa melanjutkan dengan stimulasi berikut ini.
Aktivitas ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga melatih anak memproses bahasa. "Melalui stimulasi ini, anak akan mulai memproses bahasa dengan baik, dan dia akan berusaha untuk menggabungkan kata-kata yang dia dengarkan dengan baik," ungkap dr. Yoga.
Tidak perlu lagu yang rumit. Cukup nyanyikan lagu anak-anak favorit dengan intonasi jelas sambil melakukan gerakan, maka Bunda sudah membantu Si Kecil mengenal pola kata dan ritme bicara.
Rutinitas membaca sebelum tidur atau di waktu luang membantu anak memahami bahwa dunia ini luas. dr. Yoga menyarankan untuk memilih buku sederhana, termasuk buku nonfiksi anak.
"Dari membaca buku, anak juga bisa mulai belajar mengenal benda-benda dan berbagai macam bentuknya," katanya. Pilih buku dengan tekstur atau pop-up agar anak semakin tertarik mengeksplorasi.