Kader Posyandu di Tanjungpinang Kini Tangani Remaja hingga Lansia, Pemkot Bekali Data Akurat dan Sistem Digital

Penulis: Bastian Sihombing  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 17:36:01 WIB
Kader Posyandu Tanjungpinang kini menangani kesehatan remaja hingga lansia dengan dukungan data digital.

TANJUNGPINANG — Tugas kader posyandu di Kota Tanjungpinang tidak lagi terbatas pada penimbangan balita dan pemeriksaan ibu hamil. Kini, mereka harus mampu menangani masalah kesehatan remaja, usia produktif, hingga lansia di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyebut perluasan peran itu menuntut kader dibekali data yang akurat dan pemahaman terhadap persoalan nyata di masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka pembekalan kader posyandu di Hotel Aston Tanjungpinang, Senin (6/7/2026).

Pendataan Berkelanjutan Jadi Kunci

Menurut Lis, pembinaan posyandu tidak boleh lagi dilakukan secara normatif. Setiap posyandu wajib memiliki data yang terus diperbarui, mulai dari angka kelahiran, kematian, jumlah ibu usia subur, hingga data keluarga miskin.

"Data beberapa tahun sebelumnya tetap dibutuhkan untuk melihat perkembangan kondisi masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi berbagai program pemerintah," ujarnya.

Lis mencontohkan, data tersebut menjadi dasar untuk memetakan persoalan stunting, kemiskinan, hingga angka kelahiran dan kematian. Tanpa data yang berkesinambungan, kebijakan yang diambil bisa tidak tepat sasaran.

Sistem Digital Hubungkan Posyandu dengan Puskesmas

Pemko Tanjungpinang menyiapkan sistem digital yang menghubungkan posyandu dengan puskesmas. Melalui sistem itu, riwayat pelayanan masyarakat dapat dipantau secara langsung dan persoalan kesehatan di setiap lingkungan bisa diidentifikasi lebih cepat.

Lis juga meminta tenaga kesehatan dan kader tidak lagi pasif menunggu warga datang saat jadwal pelayanan. "Kalau masyarakat belum datang karena berbagai alasan, kita yang harus jemput bola," tambahnya.

Standar Pelayanan Harus Terukur

Setiap posyandu, lanjut Lis, perlu memiliki daftar periksa pelayanan, indikator keaktifan kader, hingga catatan penanganan masalah di lapangan. Standar itu diperlukan agar hasil pembinaan bisa dievaluasi secara objektif.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang Rustam mengakui transformasi posyandu di lapangan belum berjalan optimal. Orientasi ini digelar untuk menyamakan pemahaman para pembina.

"Pelaksanaan transformasi Posyandu di lapangan memang belum sepenuhnya sesuai harapan. Melalui orientasi ini kami ingin menyamakan pemahaman para pembina agar pelayanan Posyandu berjalan lebih efektif," ujarnya.

Materi pembekalan disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni bersama narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan berlangsung selama empat hari dan diikuti tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas di Tanjungpinang.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: katasiber.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top