Pemprov Kepri Ubah Haluan Anggaran Pelatihan Kerja, Respons SDM Lokal Kalah Saing dengan Pekerja Luar di Batam, Bintan, dan Karimun

Penulis: Binsar Gultom  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 18:15:31 WIB
Pemprov Kepri ubah anggaran pelatihan kerja untuk sesuaikan kebutuhan industri lokal.

TANJUNGPINANG — Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, mengakui bahwa jembatan kompetensi antara lulusan dan industri sering tidak nyambung. Akibatnya, perusahaan terpaksa mendatangkan tenaga kerja dari Jawa dan Sumatera untuk mengisi posisi yang membutuhkan keahlian khusus.

200 Tenaga Las Pipa Dicari, Nihil dari Lokal

“Contohnya kemarin, PT membutuhkan 200 tenaga las pipa dalam sebulan dengan gaji lumayan,” kata Diky. Namun, ketiadaan SDM lokal yang menguasai teknik tersebut memaksa perusahaan mencari pekerja dari luar Kepri.

Ia menegaskan bahwa semua instrumen pelatihan ke depan akan dipastikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Ini bukan soal susah cari kerja, melainkan soal spesifikasi keahlian yang tidak cocok.

Industri Butuh Teknik Mesin dan Elektro, Bukan Manajemen

Saat ini, bursa kerja di kawasan industri Kepri justru mengalami kelangkaan pasokan lulusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Kimia. Sebaliknya, lulusan dari rumpun ilmu sosial dan ekonomi sulit terserap.

“Hari ini industri tidak mencari lulusan manajemen, ekonomi, atau sosial politik untuk sektor teknis,” urai Diky. Contoh nyata, PT Ecogreen terpaksa merekrut lulusan Teknik Kimia dari Surabaya karena perguruan tinggi lokal di Kepri tidak menyediakannya.

Magang 150.000 Peserta dan Imbauan ke Orang Tua

Untuk mengatasi pengangguran sarjana, Pemprov Kepri mengandalkan program magang Kementerian Ketenagakerjaan yang tahun ini menaikkan kuota menjadi 150.000 peserta. Pihaknya juga meminta perguruan tinggi mengaudit kurikulum dan mengimbau orang tua agar mengarahkan anak ke jalur pendidikan vokasi yang lebih siap kerja.

Perombakan anggaran ini diharapkan menjadi titik balik bagi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pintu gerbang investasi nasional seperti Batam, Bintan, dan Karimun.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: hariankepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top