BATAM — Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Batam menjadi proyek percontohan reformasi investasi nasional. Arahan ini disampaikan dalam pertemuan tertutup dengan jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Hadir dalam pertemuan itu Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, melaporkan realisasi investasi yang masuk ke Batam terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi mencapai Rp69,3 triliun.
Memasuki Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi tercatat Rp17,48 triliun. Angka ini tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini didominasi sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri elektronik, permesinan, pusat data, energi, hingga pengembangan kawasan industri,” ujar Fary.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan modernisasi sektor kepelabuhanan. Presiden Prabowo mendorong pembangunan Pelabuhan Internasional Batam yang diproyeksikan menjadi simpul logistik nasional.
Infrastruktur ini akan terintegrasi dengan kawasan industri, pusat manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, serta jaringan pelayaran internasional. Pemerintah meyakini pembangunan pelabuhan ini mampu memangkas biaya logistik dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan pihaknya terus memperkuat tata kelola organisasi melalui digitalisasi Land Management System (LMS). Transformasi digital ini bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta memberikan kemudahan dalam pelayanan pengelolaan lahan kepada investor.
“Penguatan tata kelola ini diyakini mampu memberikan kepastian hukum yang lebih baik, mempercepat proses investasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai destinasi investasi unggulan,” kata Li Claudia.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menambahkan bahwa reformasi regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 telah berdampak positif. Penyederhanaan regulasi dan penguatan kebijakan pengembangan kawasan membuat proses pelayanan investasi menjadi lebih cepat dan efisien.
“Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang semakin produktif, tertata, dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Amsakar.
Presiden Prabowo mengarahkan Batam agar menjadi proyek percontohan reformasi investasi nasional. Arahan ini mencakup digitalisasi layanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas dalam pengelolaan kawasan.
“Presiden menginginkan Batam menjadi model reformasi investasi nasional yang mengedepankan pelayanan digital, tata kelola yang bersih, dan sistem pengawasan yang modern,” ujar Fary menirukan arahan Presiden.
Mengakhiri pertemuan, Presiden Prabowo menegaskan akan mengoordinasikan langkah strategis lintas kementerian dan lembaga. Upaya ini mencakup harmonisasi regulasi, percepatan pembangunan Pelabuhan Internasional Batam, hingga penguatan kebijakan yang mendorong Batam berkembang sebagai pusat investasi, industri, dan logistik bertaraf internasional.