NATUNA — Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, menjadi pusat perhatian dalam perayaan HUT ke-58 BPJS Kesehatan. Sekitar 150 anggota Prolanis Bermartabat mengikuti kegiatan Semarak Prolanis yang digelar di Halaman Gedung Serbaguna dan Astaka setempat pada Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Natuna, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Puskesmas Sedanau, dan pengurus Prolanis Bermartabat. Sejak pagi, para peserta yang mayoritas berusia lanjut mengikuti senam bersama, jalan sehat, hingga pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis penyakit dalam.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Natuna, Ira Triwahyuni, menyebut Sedanau dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kelompok Prolanis di sana dinilai paling aktif. Ukurannya bukan sekadar kehadiran, melainkan capaian Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) yang menembus lebih dari 20 persen—jauh melampaui target nasional sebesar lima persen.
“Semoga kegiatan ini semakin memotivasi para anggota untuk terus menjaga kesehatannya, sekaligus menginspirasi masyarakat, khususnya para lansia di kecamatan lain, agar ikut bergabung dalam Program Prolanis,” ujar Ira.
Keberhasilan itu, menurut Ira, tidak hanya terlihat dari angka statistik. Lebih dari itu, kepatuhan peserta dalam mengonsumsi obat, rutin memeriksakan kondisi kesehatan, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi indikator utama.
Kepala Puskesmas Sedanau, dr. Wan Ari Apriadi, mengungkapkan perjalanan membangun kelompok Prolanis tidaklah mudah. Pada awal pembentukan, warga berusia 40 hingga 70 tahun masih enggan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan semakin meningkat,” kata Wan Ari. Melalui sosialisasi berkelanjutan oleh tenaga kesehatan dan pengurus Prolanis, jumlah anggota kini telah mencapai lebih dari 150 orang.
Selain layanan medis, masyarakat juga memanfaatkan BPJS Kesehatan Keliling untuk mengurus administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Layanan jemput bola ini menjadi solusi bagi warga kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, menyebut kehadiran layanan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah memperluas akses kesehatan. Pada 2026, Pemkab Natuna mengalokasikan sekitar Rp14 miliar untuk membayar iuran BPJS Kesehatan bagi hampir 30 ribu warga—setara 35,27 persen dari total penduduk.
Komitmen itu turut mendukung Natuna mempertahankan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2025. Tingkat kepesertaan JKN di daerah itu secara konsisten berada di atas 99 persen.
Melalui Semarak Prolanis, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak lansia yang terdorong aktif menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin dan pengelolaan penyakit kronis yang baik, sehingga tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.