KEPULAUAN RIAU — Anthropic resmi memperkenalkan Claude Science, aplikasi AI workbench versi beta yang menyatukan alat riset ilmiah yang selama ini tersebar. Dalam pengumuman resminya, perusahaan menegaskan bahwa hambatan utama riset saat ini bukanlah kecerdasan model, melainkan fragmentasi alur kerja. Ilmuwan kerap berpindah-pindah antara PubMed, Jupyter, R, terminal kluster, dan berbagai tools lain hanya untuk menyelesaikan satu proyek.
"Claude Science membawa alat-alat yang terfragmentasi ini ke dalam satu lingkungan riset tempat para ilmuwan dapat melakukan semua tahap pekerjaan mereka," tulis Anthropic dalam pernyataannya.
Anthropic menekankan dalam halaman FAQ: "Claude Science adalah aplikasi beta publik, bukan sebuah model." Artinya, aplikasi ini mengemas kemampuan Claude yang sudah ada ke dalam antarmuka yang lebih terstruktur untuk kebutuhan spesifik peneliti.
Platform ini mencakup seluruh siklus riset—dari tinjauan literatur, eksplorasi hipotesis, analisis data, pembuatan figur, hingga penulisan naskah dan publikasi. Untuk menjaga transparansi, setiap output AI dilengkapi dengan kode sumber, riwayat pesan, dan penjelasan dalam bahasa sederhana yang bisa diaudit oleh peneliti.
Anthropic mengakui bahwa riset ilmiah bersifat visual. Banyak peneliti terkendala memproduksi visualisasi secara cepat dan akurat, yang kerap membutuhkan banyak