ANAMBAS — Organisasi Muaythai di perbatasan mulai bergerak. Setelah Muskablub menghasilkan kepengurusan baru, Ketua Muaythai Indonesia Kepulauan Riau, Sunarto Poniman, S.H, langsung memasang target tinggi untuk cabang olahraga ini.
“Kita tak perlu berapa ramai komposisi yang ikut bertarung. Targetnya minimal satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada Porprov,” kata pria yang akrab disapa Bang Wendi itu.
Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan pada jumlah atlet yang dikirim, melainkan prestasi yang dibawa pulang. Sunarto juga menekankan pentingnya persiapan sejak dini. Ia menyebut kepengurusan Muaythai di Natuna dan Anambas menjadi yang pertama terbentuk di wilayah perbatasan tersebut.
Menyambut target itu, Arpandi selaku ketua terpilih langsung bergerak. Langkah pertama yang diinstruksikan adalah meningkatkan intensitas latihan. Dari yang semula empat kali dalam sepekan, kini menjadi lima kali.
Program ini dirancang untuk menggenjot kemampuan fisik, teknik, dan mental bertanding para atlet. Arpandi optimistis perubahan ini akan berdampak langsung pada performa di arena.
“Ini merupakan wadah bagi generasi muda yang gemar olahraga pertarungan untuk menyalurkan hobi dan memupuk prestasi,” ujar Arpandi.
Muaythai Anambas berencana mengirimkan 14 atlet dalam ajang Porprov. Dari jumlah tersebut, atlet putra dan putri terbaik akan dipersiapkan untuk tampil maksimal. Semua difokuskan untuk mengejar target medali yang telah ditetapkan pengurus provinsi.
Arpandi menegaskan kesiapannya menjalankan amanah. Kehadiran organisasi ini dinilai menjadi ruang baru bagi generasi muda Anambas yang memiliki minat pada olahraga tarung.
“Kami optimistis mampu menuntaskan target yang telah ditetapkan,” katanya.
Muskablub sendiri mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi Organisasi Menuju Muaythai Kepulauan Anambas yang Profesional, Solid dan Berprestasi”. Kegiatan itu menjadi titik awal bagi kebangkitan Muaythai di daerah kepulauan terluar Indonesia ini.