KEPULAUAN RIAU — Laga babak 32 besar antara Belgia vs Senegal berlangsung di Seattle Stadium, AS. Tim asuhan Sadio Mane sebenarnya tampil dominan dan unggul cepat. Gol Diarra pada menit ke-24 membuka keunggulan, disusul gol Sarr di menit ke-51 yang membuat skor menjadi 2-0 untuk Senegal.
Belgia tidak menyerah. Mereka bereaksi di lima menit akhir waktu normal. Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan, lalu Youri Tielemans menyamakan kedudukan. Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di menit ke-120+5, wasit memberikan hadiah penalti untuk Belgia yang dinilai janggal. Tielemans sukses mengeksekusi dan membalikkan keadaan menjadi 3-2 untuk kemenangan Belgia. Keputusan wasit yang sempat memeriksa tayangan ulang cukup lama tetap dipertahankan.
Dua pundit ITV yang juga legenda Manchester United, Gary Neville dan Roy Keane, bersimpati kepada Senegal. Mereka menilai Senegal bermain cukup bagus namun keberuntungan tidak berpihak.
"Piala Dunia adalah tempat untuk mewujudkan mimpi, tapi bisa juga jadi tempat mimpi akan hancur. Senegal kehilangan segalanya dalam lima menit tersisa," ujar Neville.
"Belgia bereaksi dengan bagus. Hukuman penalti buat Senegal terlihat janggal, karena wasit pun cukup lama mengeceknya," timpal Keane.
Kekalahan ini memperpanjang catatan pahit Senegal di Piala Dunia. Setelah mencapai perempatfinal pada edisi 2002, Singa Teranga kembali gagal melangkah lebih jauh di fase gugur. Mimpi untuk mengulang prestasi terbaik mereka harus kandas di tangan Belgia.
Meski unggul tipis dalam penguasaan bola sepanjang laga, Sadio Mane dkk harus angkat koper lebih awal. Piala Dunia 2026 terbukti kejam bagi Senegal.