Wagub Kepri Tinjau Pengembangan 39.600 Bibit Kelapa Unggul Lokal di Natuna, Target Perkuat Sektor Perkebunan

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 19:54:31 WIB
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris meninjau pengembangan 39.600 bibit kelapa unggul lokal di Natuna.

NATUNA — Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris, menyambangi lokasi pembibitan kelapa unggul lokal di Air Buluh, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Natuna, pada Rabu (1/7/2026) sore. Dalam kunjungan itu, ia memastikan program pengembangan bibit kelapa varietas unggul yang didanai APBN melalui Direktorat Jenderal Perkebunan berjalan optimal.

“Sektor perkebunan merupakan salah satu sektor strategis yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di daerah,” tegas Nyanyang saat berdialog dengan pengelola dan petani setempat.

Lahan 350 Hektare untuk 39.600 Bibit Unggul

Program ini dikelola di lahan seluas 350 hektare yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Natuna. Total bibit yang dikembangkan mencapai 39.600 pohon, semuanya merupakan varietas unggul lokal yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan iklim setempat.

Menurut Nyanyang, potensi perkebunan di Natuna sangat besar dan prospektif. Pengembangan bibit unggul ini dinilai strategis untuk memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu andalan daerah.

Apa Saja yang Dibahas dalam Dialog?

Dalam kesempatan itu, Wagub Kepri berdialog langsung dengan pengelola dan pihak terkait. Beberapa hal yang dibahas meliputi perkembangan program, kesiapan lahan, hingga rencana distribusi bibit kepada masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan program yang telah didukung pemerintah pusat memberikan manfaat nyata bagi petani. Pemerintah ingin bibit unggul tidak hanya berhenti di pembibitan, tetapi benar-benar sampai ke lahan petani.

Sinergi Pusat-Daerah untuk Perkebunan Berkelanjutan

Program pengembangan bibit kelapa unggul lokal di Natuna menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.

Dengan adanya program ini, diharapkan produktivitas kelapa di Natuna meningkat, kesejahteraan petani terdongkrak, dan sektor perkebunan mampu menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: vnews.click This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top