KEPULAUAN RIAU — Bank Mandiri tidak hanya mengandalkan penyaluran kredit. Hingga akhir tahun ini, perusahaan telah memiliki 111.035 Mandiri Agen yang tersebar hingga pelosok negeri. Jaringan ini berhasil memfasilitasi pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru, melayani 963 ribu debitur KUR, dan turut mengelola 531 koperasi desa dan kecamatan.
Dari total penyaluran KUR sebesar Rp 40,99 triliun, sebanyak Rp 25,13 triliun atau 61,54 persen mengalir ke sektor produksi. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar, disusul jasa produksi, industri pengolahan, dan perikanan. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan pembiayaan produktif ini dirancang untuk menopang sektor ekonomi yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja.
"Kami terus menguatkan ekosistem layanan yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal," ujar Henry dalam keterangan resmi, Senin (29/6). Menurutnya, pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan beriringan dengan dampak sosial yang nyata.
Bank Mandiri juga menjalankan Program Kelompok Belajar (Pokjar) yang telah menjangkau 21.074 Pekerja Migran Indonesia (PMI) aktif di berbagai negara. Program ini memberikan edukasi literasi keuangan dan akses layanan perbankan formal, termasuk kemudahan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia. Bagi Henry, pemberdayaan PMI adalah bentuk perlindungan terhadap pekerja migran sekaligus upaya menopang ketahanan ekonomi keluarga mereka.
Di sisi lain, sebanyak 17.600 UMKM telah mendapat pendampingan melalui Rumah BUMN sepanjang 2025. Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) juga melahirkan 20 finalis wirausaha terbaik. Inisiatif-inisiatif ini dirancang saling melengkapi, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha secara konsisten.
Bank Mandiri menekankan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar perluasan akses, melainkan juga kenyamanan bertransaksi. Semangat ini sejalan dengan penilaian Customer Experience 100 (CX100) yang diinisiasi Danantara, yang menempatkan kemudahan, keamanan, dan kedekatan layanan sebagai standar kualitas BUMN. Henry menegaskan, seluruh program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan pertumbuhan yang inklusif.
"Kami percaya pertumbuhan Bank Mandiri akan semakin bermakna ketika manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat," ujarnya. Melalui perluasan akses keuangan, pembiayaan produktif, pemberdayaan PMI, dan penguatan kapasitas UMKM, perseroan ingin terus berkontribusi membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif.