KEPULAUAN RIAU — Rencana pemberian insentif untuk mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia kembali molor. Alih-alih berlaku mulai Juni 2026 seperti yang dijadwalkan sebelumnya, pemerintah memundurkan pemberlakuannya ke Juli 2026. Penundaan ini dikonfirmasi oleh sumber di lingkungan Kementerian Perindustrian, yang menyebut persiapan administrasi dan teknis masih perlu dievaluasi lebih lanjut.
Keputusan ini datang di saat yang krusial. Data penjualan untuk bulan Mei 2026 mencatat penurunan drastis untuk mobil listrik murni. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan produsen, terutama karena banyak konsumen memilih menunda pembelian hingga ada kepastian soal potongan harga dari pemerintah.
Sejak insentif sebelumnya berakhir di akhir tahun lalu, pasar BEV memang mengalami stagnasi. Meski sempat stabil di awal 2026, tekanan mulai terasa memasuki Mei. Produsen seperti BYD, Chery, GAC Aion, dan XPeng—yang sudah memiliki fasilitas produksi lokal—kini harus menahan diri untuk tidak me