KEPULAUAN RIAU — Kepastian itu disampaikan Iqbal di Mataram, Senin (29/6/2026). Ia menjelaskan kontribusi Pemprov NTB sebagai tuan rumah akan disalurkan lewat skema bantuan fasilitas, bukan setoran anggaran langsung ke penyelenggara. "Sebenarnya tidak ada yang mewajibkan pemerintah daerah terlibat di dalam hosting fee. Tetapi sebagai host, kita harus berkontribusi mendukung. Kami memberikan bantuan dalam bentuk in-kind," ujar Iqbal.
Bentuk dukungan yang disiapkan Pemprov NTB untuk MotoGP 2026 nyaris identik dengan tahun sebelumnya. Fokus utamanya pada penyediaan layanan publik yang langsung dirasakan tim, kru, dan penonton.
"Seperti tahun lalu, misalnya untuk tim kesehatan yang biayanya mahal sampai miliaran, itu kami gratiskan dari pemerintah. Pemda yang membayar ke rumah sakit, jadi uangnya berputar di dalam (daerah), tetapi tetap ada nilainya," papar Iqbal.
Selain fasilitas medis gratis, Pemprov juga menyiapkan transportasi shuttle bus dari Mataram menuju Sirkuit Mandalika, bantuan operasional helikopter, hingga fasilitasi pergelaran seni budaya untuk menyemarakkan ajang.
Iqbal berharap jumlah penonton MotoGP Mandalika 2026 minimal bisa menyamai capaian tahun lalu. Ia menekankan fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga dan meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan ke kawasan Mandalika.
Sebagai informasi, MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Dengan kepastian skema pendanaan ini, persiapan penyelenggaraan diharapkan bisa berjalan lebih mulus tanpa beban anggaran daerah yang berlebihan.