KEPULAUAN RIAU — Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, mengakui bahwa proses pembangunan jaringan listrik di Tanjung Nanga bukan pekerjaan ringan. Ia menyebut luas wilayah Kabupaten Malinau yang mencapai 34 ribu kilometer persegi dengan permukiman yang tersebar jauh menjadi kendala utama.
Apalagi, desa tersebut berada di kawasan pertambangan. PLN harus menjalin koordinasi ekstra dengan berbagai pihak agar proyek bisa berjalan tanpa hambatan.
“Kami menjadi saksi bahwa mewujudkan listrik di Desa Tanjung Nanga bukanlah pekerjaan yang mudah. Selama proses pembangunan, kami melihat langsung kerja keras dan dedikasi insan PLN yang tetap berupaya menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan,” ujar Wempi dalam keterangan resmi yang diterima Niaga.Asia.
Menurut Wempi, listrik bukan sekadar penerangan. Bagi pemerintah daerah, pasokan listrik yang andal menjadi syarat utama untuk menjalankan program Smart Government — layanan publik yang cepat, terintegrasi, dan berbasis digital.
“Hari ini perjuangan insan PLN telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN yang telah membantu mewujudkan harapan masyarakat Desa Tanjung Nanga,” kata Wempi.
Ia berharap kolaborasi serupa bisa terus berlanjut agar desa-desa lain di Malinau yang masih gelap segera menyusul menikmati listrik.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Malinau. Mulai dari fasilitasi koordinasi hingga penyelesaian masalah di lapangan, peran pemda dinilai krusial.
“Dukungan pemerintah daerah dalam koordinasi, fasilitasi, dan penyelesaian berbagai tantangan di lapangan menjadi faktor penting sehingga program ini dapat terwujud dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Chaliq.
Ia menambahkan, pembangunan kelistrikan di wilayah terpencil tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh PLN. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar akses listrik bisa terus meluas ke pelosok Kalimantan Utara.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat listrik sebagai penggerak pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup,” tutup Chaliq.