TANJUNGPINANG — Kepala Disdik Kepri Andi Agung mengungkapkan bahwa dari total pendaftar, sebanyak 15.229 siswa mendaftar ke SMA dan 15.247 siswa lainnya memilih SMK. Data ini disampaikan dalam rapat pleno rekapitulasi hasil SPMB yang digelar di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin.
Sebanyak 3.874 siswa—terdiri dari 855 siswa SMA dan 3.019 siswa SMK—masih belum diterima di sekolah pilihan mereka. Penyebabnya beragam, mulai dari kuota daya tampung yang sudah penuh hingga dokumen persyaratan yang bermasalah saat diunggah melalui sistem daring.
Meski begitu, Andi Agung meminta para siswa dan orang tua tidak khawatir. Disdik Kepri akan membuka kembali penerimaan SPMB tahap kedua pada 6-8 Juli 2026.
"Mereka akan diarahkan atau memilih sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota daya tampung siswa, tanpa perlu mengunggah berkas persyaratan pendaftaran SPMB lagi," ujar Agung.
Disdik Kepri memastikan seluruh pendaftar pada akhirnya akan tertampung. Saat ini, masih tersedia 1.709 kursi kosong di jenjang SMA dan sekitar 2.000 kursi di SMK. Artinya, total daya tampung yang disediakan mencapai 35.452 kursi.
Tahun ini terjadi perubahan signifikan dalam pola pendaftaran. Sebanyak 62 persen siswa baru memilih SMK, meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya 52 persen. Sementara itu, peminat SMA turun dari 42 persen menjadi 38 persen.
Andi Agung menilai tren ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi semakin tinggi, khususnya di Kota Batam. "Soalnya lulusan SMK bisa langsung bekerja, karena mereka dibekali skill khusus seperti pengelasan, ditambah lagi wilayah Kepri ini memang kawasan industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja," ucapnya.