Tim SAR Gabungan Temukan Balita Ibas Hanyut di Gorong-gorong Batam, Ditemukan Meninggal pada Hari Ketiga Pencarian

Penulis: Bastian Sihombing  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 13:01:31 WIB
Tim SAR gabungan menemukan balita Ibas yang hanyut di gorong-gorong Batam dalam kondisi meninggal dunia.

BATAM — Operasi pencarian balita Ibas (2) yang hanyut di gorong-gorong perumahan Tanjung Sengkuang berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan korban pada hari ketiga pencarian, Rabu (24/6) pagi, dalam kondisi meninggal dunia.

Kronologi: Bermain Hujan, Terpeleset, Lalu Hanyut

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang Eryk Subariyanto menjelaskan, korban dilaporkan terpeleset dan jatuh ke gorong-gorong depan rumahnya saat bermain hujan pada Senin (22/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Arus deras langsung membawa Ibas masuk ke saluran drainase.

Keluarga dan warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri di sepanjang aliran air, namun tidak membuahkan hasil. Tim SAR baru turun ke lokasi setelah upaya mandiri dinyatakan nihil.

Pencarian Hari Ketiga: Dua Regu, Dua Titik Fokus

Eryk merinci, operasi pada Rabu pagi dimulai pukul 06.30 WIB dengan membagi personel menjadi dua regu. Regu pertama menyisir aliran drainase di kawasan perumahan Tanjung Sengkuang. Regu kedua menyusuri muara drainase, pesisir pantai Tanjung Buntung, hingga area mangrove di perairan Sengkuang.

"Korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Eryk dalam keterangannya, Rabu siang.

Dengan ditemukannya Ibas, operasi SAR resmi ditutup. Eryk menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Libatkan TNI-Polri hingga Tagana

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi pemerintah daerah, Tagana, hingga masyarakat sekitar. Semua potensi SAR dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian sejak hari pertama.

Imbauan untuk Orang Tua: Awasi Anak di Dekat Gorong-gorong

Pasca-kejadian, SAR Tanjungpinang mengimbau para orang tua yang memiliki balita agar mengawasi ketat aktivitas anak saat bermain di depan rumah. Risiko di sekitar gorong-gorong atau saluran air terbuka sangat membahayakan keselamatan anak, terutama saat hujan deras mengguyur.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top