BATAM — Operasi pencarian balita Ibas (2) yang hanyut di gorong-gorong perumahan Tanjung Sengkuang berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan korban pada hari ketiga pencarian, Rabu (24/6) pagi, dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang Eryk Subariyanto menjelaskan, korban dilaporkan terpeleset dan jatuh ke gorong-gorong depan rumahnya saat bermain hujan pada Senin (22/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Arus deras langsung membawa Ibas masuk ke saluran drainase.
Keluarga dan warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri di sepanjang aliran air, namun tidak membuahkan hasil. Tim SAR baru turun ke lokasi setelah upaya mandiri dinyatakan nihil.
Eryk merinci, operasi pada Rabu pagi dimulai pukul 06.30 WIB dengan membagi personel menjadi dua regu. Regu pertama menyisir aliran drainase di kawasan perumahan Tanjung Sengkuang. Regu kedua menyusuri muara drainase, pesisir pantai Tanjung Buntung, hingga area mangrove di perairan Sengkuang.
"Korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Eryk dalam keterangannya, Rabu siang.
Dengan ditemukannya Ibas, operasi SAR resmi ditutup. Eryk menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi pemerintah daerah, Tagana, hingga masyarakat sekitar. Semua potensi SAR dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian sejak hari pertama.
Pasca-kejadian, SAR Tanjungpinang mengimbau para orang tua yang memiliki balita agar mengawasi ketat aktivitas anak saat bermain di depan rumah. Risiko di sekitar gorong-gorong atau saluran air terbuka sangat membahayakan keselamatan anak, terutama saat hujan deras mengguyur.