TANJUNGPINANG — Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan pembangkit listrik merupakan infrastruktur strategis yang menopang aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, penguatan sistem pengamanan harus berkelanjutan.
“Pembangkit listrik merupakan infrastruktur strategis yang menopang berbagai sektor kehidupan. Karena itu, peningkatan sistem pengamanan dari berbagai potensi ancaman, termasuk terorisme, harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Eddy dalam keterangan yang diterima Batamtoday.com.
Eddy menjelaskan asesmen ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Kegiatan itu menjadi bagian dari strategi BNPT memperkuat kesiapsiagaan nasional melalui perlindungan objek vital yang berdampak luas bagi masyarakat.
Manajer PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, Andi Taufik Saputra, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Prosedur penanganan tindak pidana terorisme sudah diintegrasikan dengan sistem pengamanan pembangkit.
“Sebagai pengelola pembangkit listrik, kami berkomitmen menjaga keamanan fasilitas dan memastikan pelayanan kelistrikan tetap berjalan optimal. Berbagai langkah mitigasi telah kami siapkan untuk menghadapi berbagai potensi risiko, termasuk ancaman terorisme,” kata Andi.
Langkah yang diterapkan di PLTD Tanjungpinang dan PLTU Tanjung Balai Karimun meliputi penyusunan prosedur mitigasi terintegrasi, penyediaan sarana pendukung keamanan, pelatihan bersertifikasi bagi petugas keamanan, hingga evaluasi sistem pengamanan secara berkala.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi perhatian BNPT terhadap keamanan objek vital di wilayahnya. Menurut Nyanyang, posisi Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan yang berada di jalur pelayaran dan perdagangan internasional membuat aspek keamanan menjadi prioritas.
“Kepulauan Riau merupakan wilayah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada di jalur perdagangan internasional. Karena itu, upaya pencegahan dan mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk terorisme, menjadi sangat penting,” ujar Nyanyang.
Pemprov Kepri berkomitmen mendukung penuh program BNPT dalam memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola objek vital dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan iklim investasi.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola objek vital harus terus diperkuat agar Kepri tetap aman, kondusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tegas Nyanyang.
Melalui asesmen ini, BNPT berharap sistem pengamanan pembangkit listrik di Kepulauan Riau semakin kuat dan mampu mengantisipasi potensi ancaman. Keberlanjutan pasokan energi yang menjadi kebutuhan vital masyarakat dan pelaku usaha di daerah pun diharapkan lebih terjamin.