BATAM — Perum Bulog Kantor Cabang Batam tidak lagi hanya mengandalkan jaringan mitra lama. Kini, pedagang di pasar yang belum masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) mulai ditawari menjadi mitra resmi distribusi beras dan minyak goreng.
Pemimpin Cabang Bulog KC Batam Ashariyanti Pratimi mengatakan perluasan ini bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga komoditas pangan. "Kami berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menawarkan pedagang-pedagang pengecer di pasar untuk menjadi mitra Bulog," ujarnya di Batam, Selasa.
Bulog Batam saat ini memiliki stok MinyaKita sebanyak 174.000 liter yang siap disalurkan ke pedagang pengecer di pasar rakyat. Minyak goreng kemasan tersebut dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Selain minyak, Bulog juga menjalankan Program Stabilisasi Pangan dan Harga Pokok (SPHP) untuk beras medium. Berdasarkan data 22 Juni 2026, stok beras PSO di gudang Bulog Batam mencapai 2.300 ton.
Beras SPHP kemasan lima kilogram dijual dengan HET Rp65.500 per sak, atau setara Rp13.100 per kilogram. Harga ini lebih rendah dibanding harga pasar yang berkisar Rp70 ribu per sak. Pembelian dibatasi maksimal lima sak per orang.
Distribusi beras SPHP tidak hanya melalui pedagang pengecer dan pasar tradisional. Bulog juga menggandeng ritel modern, outlet binaan Rumah Pangan Kita (RPK), serta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polda Kepri dan instansi pemerintah lainnya.
Salah satu mitra yang aktif menjual beras SPHP adalah PT Pos Indonesia Cabang Utama Batam Center. Manajer Pelayanan PT Pos Indonesia Cabang Utama Batam Center Indra mengatakan pihaknya rutin mengambil sekitar dua ton beras dari Bulog setiap bulan.
"Menjelang puasa kemarin pada bulan Maret kami mengambil sekitar dua ton dan ini dijual sampai habis. Kalau permintaannya masih bagus, kami ambil lagi," kata Indra.
Di Kantor Pos Batam Center, beras SPHP langsung ditawarkan kepada pelanggan yang datang. "Kami juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa di kantor pos tersedia beras dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Dari total stok yang diambil, Indra menyebutkan saat ini tersisa sekitar setengah dari jumlah awal. Artinya, permintaan dari warga Batam terhadap beras murah ini cukup tinggi.