TANJUNGPINANG — Tiga kabupaten di Kepulauan Riau bakal memiliki Sekolah Rakyat dalam waktu dekat. Proyek ini menyasar Kabupaten Bintan, Lingga, dan Karimun sebagai lokasi perdana program perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah provinsi sudah mulai bergerak. Proses lelang pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. “Bulan Oktober ini proses lelang sudah harus berjalan. Kalau sesuai jadwal, Februari atau Maret pembangunan fisiknya sudah mulai,” ujar Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Tanjungpinang, belum lama ini.
Salah satu syarat krusial yang harus dipenuhi sebelum konstruksi dimulai adalah ketersediaan lahan. Wagub Nyanyang menargetkan seluruh proses penyediaan lahan pendukung pembangunan harus tuntas pada Juli 2026.
“Bulan Juli lahan harus sudah siap semuanya. Kalau lahannya siap, tahapan berikutnya bisa langsung berjalan tanpa hambatan,” jelasnya.
Ia juga meminta jajaran pemerintah kabupaten Bintan terus memperkuat koordinasi. Menurutnya, kesuksesan program ini bergantung pada kerja sama lintas daerah.
Agar perencanaan matang, Nyanyang meminta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pemukiman (PUPP) Kepri segera meminta desain resmi Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Desain tersebut akan menjadi acuan utama dalam perencanaan teknis pembangunan.
Pemprov Kepri juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mempercepat realisasi program ini di daerah. “Pak Gubernur sangat memberi perhatian terhadap program ini. Kita harus bergerak cepat, jangan sampai terlambat dari daerah lain,” tegas Wagub.
Nyanyang mengingatkan seluruh pihak untuk menuntaskan persyaratan administrasi dan teknis tepat waktu. Jika tidak, ia khawatir program ini bisa beralih ke wilayah lain.
“Semua pihak harus saling berkoordinasi. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak cepat karena target waktu cukup ketat,” tutupnya.
Sekolah Rakyat merupakan instrumen pemerintah pusat untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. Dengan hadirnya tiga sekolah di Kepri, diharapkan angka partisipasi sekolah di daerah terpencil bisa meningkat signifikan.