Harga Pertamax di Kepulauan Riau Tembus Rp 17.000 Per Liter per 22 Juni 2026, Tertinggi di Sumatera

Penulis: Topan Lubis  •  Senin, 22 Juni 2026 | 14:34:31 WIB
Harga Pertamax di Kepulauan Riau mencapai Rp 17.000 per liter, tertinggi di Sumatera per 22 Juni 2026.

KEPULAUAN RIAU — Selisih harga Pertamax antara Kepri dan Jawa cukup mencolok. Di sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Pertamax dijual Rp 16.250 per liter. Konsumen di Kepri harus merogoh kocek lebih dalam hingga Rp 750 per liter lebih mahal.

Faktor Geografis dan Logistik Biang Kerok Mahalnya BBM

Pertamina membeberkan alasan di balik disparitas harga ini. Bukan semata-mata harga minyak mentah dunia, melainkan ongkos distribusi yang tinggi akibat kondisi geografis Kepri yang terdiri dari ribuan pulau.

"Selain harga produk BBM di pasar internasional, terdapat faktor distribusi, logistik, penyimpanan, margin usaha, hingga kondisi geografis masing-masing wilayah," demikian pernyataan resmi Pertamina yang dikutip Kompas.com. Daerah dengan akses distribusi lebih sulit, seperti Kepri, otomatis menanggung beban biaya pengiriman yang lebih besar.

Harga Keekonomian Masih Jauh, INDEF Prediksi Rp 20.000-Rp 21.000

Meski sudah berada di level Rp 17.000, harga Pertamax di Kepri saat ini dinilai masih di bawah harga keekonomian. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan harga keekonomian BBM RON 92 seharusnya berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter.

Artinya, pemerintah dan Pertamina masih menanggung subsidi selisih harga agar daya beli masyarakat tidak tergerus lebih dalam. Namun, tekanan harga energi global membuat ruang subsidi kian sempit.

Cara Cek Harga Pertamax Terbaru di SPBU Kepri

Masyarakat Kepri yang ingin membandingkan harga atau mencari SPBU dengan harga termurah dapat memantau perkembangan harga BBM secara real-time melalui aplikasi MyPertamina. Informasi resmi juga tersedia di situs Pertamina Patra Niaga.

Kebijakan harga yang tidak seragam ini menjadi pengingat bahwa ongkos logistik di wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah pusat dan daerah. Hingga saat ini, belum ada rencana penurunan harga dalam waktu dekat.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top