BATAM — OJK Kepri dan TPAKD Kota Batam menggencarkan edukasi keuangan di tengah derasnya arus digitalisasi. Seminar bertajuk ‘Cerdas Finansial Era Digital: Optimalisasi Literasi Keuangan Menuju Masyarakat yang Bijak Berutang dan Adaptif terhadap Risiko Keuangan Digital’ digelar untuk membekali warga agar tidak terjebak modus penipuan berbasis teknologi.
Manajer Senior Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepri M. Rizky menekankan pentingnya kewaspadaan. “Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan investasi ilegal yang masih marak ditemukan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam.
Rizky juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Penyalahgunaan data pribadi menjadi salah satu celah yang kerap dieksploitasi pelaku kejahatan finansial.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar menambahkan, kemajuan teknologi memberikan kemudahan sekaligus tantangan baru. “Bersama TPAKD, literasi keuangan kepada masyarakat Kota Batam dapat dilaksanakan senantiasa dari waktu ke waktu agar masyarakat dapat adaptif dan cerdas dalam memanfaatkan keuangan digital,” ujar Suhar.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Batam Firman Hidayat berharap kegiatan ini membekali masyarakat dengan kemampuan mengelola keuangan yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan serta menyusun prioritas pembayaran untuk menghindari beban utang berlebihan.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber. Ketua Program Studi Bisnis Digital Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional Renniwaty Siringoringo dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang Ulfa Oktavani Nasution membahas pengelolaan keuangan sehat, strategi bijak berutang, serta cara menghadapi risiko dalam ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, OJK Kepri bersama TPAKD Kota Batam berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat. Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan lebih waspada terhadap segala bentuk aktivitas keuangan ilegal.