BATAM — I Wayan Wiradarma menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset paling berharga yang harus dijaga melalui kinerja nyata. Ia menekankan tiga pilar utama yang harus dipegang setiap ASN: profesionalisme, akuntabilitas, dan tanggung jawab.
“Masyarakat menaruh harapan besar kepada pemerintah. Karena itu, setiap aparatur harus mampu menunjukkan integritas serta memberikan pelayanan terbaik dalam menjalankan tugasnya,” ujar Kajari Batam di hadapan unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta jajaran organisasi perangkat daerah yang hadir.
Di tengah tekanan ekonomi dan dinamika sosial yang masih membayangi Indonesia, I Wayan Wiradarma memberikan apresiasi khusus kepada Forkopimda Kota Batam. Menurutnya, kekompakan antarlembaga selama ini menjadi fondasi menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan daerah.
Batam, sebagai kawasan strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi nasional, membutuhkan situasi yang kondusif untuk menarik investor. Kajari menegaskan komitmen kejaksaan untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menciptakan kepastian hukum dan rasa aman bagi pelaku usaha.
Dalam kesempatan yang sama, Kajari Batam turut menyoroti pentingnya sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan. Ia menilai perbedaan pandangan adalah bagian dari dinamika demokrasi, namun harus dikelola tanpa mengganggu keharmonisan sosial.
“Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan itu memecah persatuan dan mengganggu keharmonisan masyarakat,” tegas I Wayan Wiradarma.
Selain soal birokrasi dan investasi, Kajari Batam juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menyoroti persoalan banjir yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Batam.
I Wayan Wiradarma meminta warga untuk aktif merawat saluran drainase dan menghidupkan kembali budaya gotong royong. “Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan drainase yang terawat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, risiko banjir dapat ditekan,” katanya.
Upacara 17 Harian tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus pengingat bagi seluruh aparatur bahwa pelayanan prima tidak cukup hanya di atas kertas. Komitmen harus dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan, baik dalam urusan administrasi maupun menjaga lingkungan tempat mereka bekerja dan tinggal.(ham)