Biaya Logistik Tinggi, Realisasi Rumah Subsidi di Kepulauan Nias Macet Total Sejak 2022

Penulis: Bastian Sihombing  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 18:37:01 WIB
Audiensi antara Menteri PKP dan kepala daerah membahas mandeknya pembangunan rumah subsidi di Kepulauan Nias.

KEPULAUAN RIAU — Fakta tersebut terungkap dalam audiensi antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, jajaran Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan para kepala daerah se-Kepulauan Nias di Jakarta, Kamis (11/6). Pertemuan itu digelar untuk mencari solusi atas mandeknya pembangunan perumahan bersubsidi di wilayah kepulauan di barat Sumatera Utara itu.

Biaya Material di Kepulauan Bikin Pengembang Ogah Turun Tangan

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyebutkan, potensi pengembangan perumahan di Nias sebenarnya besar. Lahan masih tersedia, dan permintaan hunian terus ada. Namun, minat pengembang untuk membangun rumah subsidi nyaris nol.

"Masalah utamanya adalah tingginya biaya material dan konstruksi di wilayah kepulauan. Harga rumah subsidi yang berlaku saat ini belum sesuai dengan kondisi riil di lapangan," ujar Heru dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (12/6).

Menurut dia, ongkos logistik yang lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan utama Sumatera membuat margin keuntungan pengembang tipis. Akibatnya, menjaga kelayakan usaha menjadi tantangan berat bagi pengembang yang bersedia membangun di Nias.

Menteri Minta Riset Ulang Harga Acuan Rumah Subsidi

Menanggapi kondisi itu, Menteri PKP Maruarar Sirait meminta kajian dan riset lebih lanjut sebagai dasar evaluasi kebijakan harga rumah subsidi. Ara, sapaan akrabnya, ingin ada gambaran biaya pembangunan yang lebih akurat untuk wilayah kepulauan dan daerah berkarakteristik khusus.

“Kajian ini penting agar kebijakan harga yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan, bukan hanya berdasarkan rata-rata nasional,” kata Ara dalam pertemuan tersebut.

Hasil riset itu nantinya akan menjadi acuan untuk me

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top