KEPULAUAN RIAU — HP resmi meluncurkan ZGX Fury GB300 di ajang Computex 2026, sebuah workstation desktop yang mengusung Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip. Perangkat ini dirancang untuk menangani inferensi model AI berskala triliunan parameter secara lokal, berbekal memori koheren hingga 784 GB.
Dengan memori 784 GB, ZGX Fury GB300 memungkinkan pengguna menjalankan model AI besar tanpa harus bergantung pada komputasi awan. Sebelumnya, kemampuan semacam ini hanya bisa diakses lewat perangkat keras kelas pusat data seperti Nvidia DGX GB300 atau GB300 NVL72.
“Saat perusahaan memperluas agen AI di seluruh organisasi, mereka membutuhkan infrastruktur AI yang bisa terhubung langsung ke aplikasi dan alur kerja yang mendukung bisnis mereka,” ujar Chris Marriott, wakil presiden platform enterprise di Nvidia.
HP menegaskan bahwa ZGX Fury GB300 akan mendukung sistem operasi Windows. Jim Nottingham, SVP dan President of Advanced Compute and Solutions HP Inc., mengatakan lebih dari 70 persen PC enterprise menjalankan Windows dan pelanggan menginginkan kekuatan superkomputer AI yang bisa menyatu dengan lingkungan yang sudah ada.
HP belum mengumumkan harga resmi ZGX Fury GB300. Namun, harga diprediksi mengikuti banderol Nvidia DGX Station yang menjadi basis perangkat ini. Beberapa penjual menawarkan konfigurasi menengah DGX Station mulai dari US$94.000 (sekitar Rp1,55 miliar), sementara varian tertinggi menyentuh US$200.000 (sekitar Rp3,3 miliar).
Produk ini dijadwalkan tersedia pada Q4 2026, bersamaan dengan peluncuran Nvidia DGX Station dari mitra lain seperti Dell, MSI, ASUS, dan Supermicro.
ZGX Fury GB300 ditujukan bagi pengguna enterprise dan pengembang AI yang membutuhkan inferensi model skala triliunan parameter atau fine-tuning model besar secara lokal. Kemampuan ini memungkinkan data tetap berada di lingkungan internal perusahaan, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur awan.