BATAM — BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah II menggandeng Polda Kepri dalam rangkaian edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lingkungan kepolisian. Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Kepri itu mencakup Pemberian Informasi Langsung (PIL), skrining riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan pap smear massal bagi polisi wanita dan anggota Bhayangkari.
Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan Nopi Hidayat menyebut sinergi ini punya tujuan yang sejalan dengan tugas pokok Polri. Menurutnya, kekuatan utama JKN adalah memberikan perlindungan sebelum risiko kesehatan berubah menjadi beban finansial.
"Polri melindungi masyarakat dari risiko gangguan keamanan, sementara JKN melindungi dari risiko kesehatan dan finansial akibat sakit. Tujuan kita sama yaitu menghadirkan ketenangan masyarakat," ujar Nopi dalam keterangan resmi di Batam, Kamis.
Melalui kegiatan PIL JKN dan layanan BPJS Keliling, para personel Polri beserta keluarga besar Korps Bhayangkara mendapat pemahaman komprehensif mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta. Nopi menegaskan pemahaman ini krusial untuk memberikan rasa tenang bagi anggota yang tengah bertugas di lapangan.
"Ketika seorang anggota Polri fokus mengabdikan diri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kepastian bahwa keluarganya di rumah telah terlindungi oleh JKN menjadi sumber kekuatan utama mereka," kata Nopi.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung penuh Program JKN. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan BPJS Kesehatan untuk memastikan akses kesehatan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kepri.
"Kami ingin melihat setiap warga tidak lagi kesulitan mengakses layanan kesehatan, apalagi di situasi darurat. Untuk itu sinergi ini sangat krusial agar Program JKN dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di pelosok-pelosok daerah," ujar Asep.
Dalam kesempatan itu, BPJS Kesehatan juga menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Kapolda Kepri dan jajaran pejabat utama atas kolaborasi yang telah terjalin.
Nopi menambahkan bahwa langkah promotif dan preventif seperti skrining kesehatan akan menjaga kesiapan, ketangguhan, serta produktivitas personel Polri. Faktor risiko penyakit, kata dia, harus dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi kronis.
"Melalui integrasi layanan jaminan kesehatan dan penguatan sinergi instansi ini, BPJS Kesehatan Wilayah II dan Polda Kepri berharap dapat terus membangun budaya sehat sekaligus mewujudkan masyarakat Kepulauan Riau yang produktif, aman, dan sejahtera," pungkas Nopi.