BATAM — Ribuan langkah pagi itu bukan sekadar olahraga. Di Park Avenue Mall, Minggu (31/5/2026), Fun Walk yang digelar WITT Kepri menjadi panggung kampanye hidup sehat sekaligus peringatan keras atas meningkatnya tren merokok di kalangan remaja.
Sejak pukul 07.00 WIB, peserta yang didominasi kaum ibu dan remaja putri memenuhi area lobi mal. Balon gate start-finish dan stan sponsor menghiasi rute jalan santai, menciptakan suasana semarak yang kontras dengan pesan serius di balik acara: ancaman tembakau terhadap generasi muda.
Ketua WITT Provinsi Kepri, Dewi Triyanawati, dalam sambutannya menyoroti fenomena yang mengkhawatirkan. Menurutnya, jumlah perokok usia muda di Kepri terus bertambah, termasuk pengguna rokok elektrik atau vape yang kian populer di kalangan pelajar.
“Jika saat ini Anda masih menjadi perokok, mulailah mengurangi ketergantungan terhadap tembakau. Selain berdampak pada kesehatan pribadi, kebiasaan merokok juga dapat membahayakan kesehatan orang lain di sekitar kita,” ujar Dewi.
Ia menegaskan, dampak buruk rokok tidak hanya dirasakan perokok aktif. Perokok pasif—termasuk anak-anak dan ibu hamil di rumah—juga terpapar risiko penyakit jantung dan gangguan pernapasan.
Dewi menjelaskan, WITT tidak bisa melarang seseorang merokok karena itu hak pribadi. Pendekatan yang dilakukan adalah edukasi berkelanjutan, terutama di lingkungan rumah tangga.
“Kami terus memberikan edukasi agar dampak buruknya dapat diminimalisir sejak dini, terutama di lingkungan rumah tangga,” katanya.
Peringatan HTTS tingkat Provinsi Kepri tahun ini dipusatkan di Batam. Selain Fun Walk, panitia menyiapkan senam line dance, penyuluhan dari BNNP Kepri, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian doorprize untuk menarik minat warga.
Ketua Panitia Pelaksana, Sintasari, menyampaikan apresiasi kepada sponsor yang mendukung kegiatan. Ia menegaskan, WITT adalah organisasi non-profit yang seluruh aktivitasnya dijalankan secara sukarela oleh pengurus yang peduli pada kesehatan masyarakat.
“Kami terus melakukan sosialisasi kepada anak-anak muda agar menjaga kesehatan dan menjauhi tembakau. Mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa,” ujar Sintasari.
Antusiasme warga yang hadir pagi itu, menurut panitia, mencerminkan kesadaran yang mulai tumbuh. Namun, tantangan masih panjang: data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi perokok usia 10-18 tahun di Indonesia masih di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).